Pantun Melayu

Pantun Melayu ini berupaya mengangkat kembali lagi pantun pantun dari Pantun Nasehat yang ada dalam khazanah budaya Melayu. Pada Pantun Melayu ini bertajuk pandangan orang Melayu Terhadap anak tersirat dengan nasehat dan dengan campuran  pantun melayu lucu berikut beberapa Pantun Melayu  yang di kutip dari berbagai sumber


selamat siang, selamat pagi,
meh sarapan karipap kari,
apa sangat yang geli hati,
hati ayam ker, hati biri-biri...

Halia ini tanam-tanaman
Ke barat juga akan condongnya
Dunia ini pinjam-pinjaman
Akhirat juga akan sungguhnya

Hari panas mencucuk benang
Benang menjahit baju kebaya
Air jernih lubuknya tenang
Jangan disangka tiada buaya

Anak punai anak merbah
Hinggap ditonggak mencari sarang
Anak sungai lagikan berubah
Inikan pula hati orang

Apa guna pasang pelita
Jika tidak dengan sumbunya
Apa guna bermain kata
Kalau tidak dengan sungguhnya

mat rempit main willie,
kadang-kadang main weikang,
makin lama makin d puji,
sekejap lagi mesti masuk longkang..

Buah kuini jatuh tercampak
Jatuh menimpa bunga selasih
Biar bertahun dilambung ombak
Tidak ku lupa pada yang kasih

Apa guna berkain batik
Kalaulah tidak dengan kainnya
Apalah guna beristri cantik
Kalaulah tidak jujur hatinya

 Kalau tidak dipakai lagi
Pastilah sudah dibuang
Kalau tidak sayang lagi
Pasti sapa sangat jarang

Kalaulah ada besi loyang
Tolong ambil untuk dibawa
Kalau memang tak sayang
Rasa benci selalu dibawa

Kalaulah ada besi loyang
Janganlah pula dicampakan
Kalau memang tak sayang

di pagi hari senyum sendiri,
membaca pantun mencuti hati,
kabarnya blacki dok sakit gigi
kenapa tidak di cabut ganti...

kalau nak rasa limau kasturi,
turun saja ke dalam kolam,
kalau rasa mo buang diri,
terjun saja ke laut dalam...

Buah jambu disangka kandis
Kandis ada di dalam cawan
Gula madu disangka manis
manis lagi senyuman puan

Dari Arab turun ke Aceh
Naik ke Jawa berkebun serai
Apa diharap pada yang kasih
Badan dan nyawa lagi bercerai

Bunga Melati terapung-apung
Bunga rampai di dalam puan
Rindu hati tidak tertanggung
Bilakah dapat berjumpa puan

Burung Merak terbang ke laut
Sampai ke laut mengangkut sarang
Sedangkan bah kapal tak hanyut
Inikan pula kemarau panjang

Jalan-jalan sepanjang jalan
Singgah-menyinggah di pagar orang
Pura-pura mencari Jalan
Ekor mata di anak orang

Ubur-ubur dari China
Tetak tenggiri di bawah batang
Hendak berkubu di Bukit Cina
Maka sendiri gerangan datang

Tetak tenggiri di bawah batang
Salah nama orang mengaji
Patut sendiri gerangan datang
Sudah bernama Si Raja Haji

Salah nama orang mengaji
Kumbu di dalam jala
Sudah bernama Si Raja Haji
Maka bertemu pada Wolanda

Kiri jalan kanan pun jalan
Tengah-tengah pohon mengkudu
Kirim jangan, pesan pun jangan
Sama-sama menanggung rindu

Mendung si mega mendung
Mendung datang dari utara
Jangan selalu duduk termenung
Kalau termenung badan merana

Pohon mengkudu tumbuhnya rapat
Rapat lagi pohon jati
Kawan beribu mudah didapat
Sahabat setia payah dicari

Dua paya satu perigi
Seekor bujuk anak haruan
Puan disana, saya disini
Bagai pungguk rindukan bulan

Harum sudah bunga mawar
Ambillah air hendak disiram
Jasanya ibu memang besar
Merawat anak siang malam

Ambillah air hendak disiram
Bunga mawar tumbuh tinggi
Tiada lelah siang dan malam
Mendidik anak sepenuh hati

Gesek rebab petik kecapi
Burung tempua membuat sarang
Apa sebab jadi begini
Karam berdua basah seorang

Hendak gugur, gugurlah nangka
Jangan menimpa putiknya pauh
Hendak tidur, tidurlah mata
Jangan mengenang si dia yang jauh

Kain batik negeri seberang
Dipakai anak Tanah Melayu
Apa artinya kasih dan sayang
Kalaulah adek berjanji palsu

Tuah sakti hamba negeri,
Esa hilang dua terbilang,
Patah tumbuh hilang berganti,
Takkan Melayu hilang di bumi.

Itulah beberapa Pantun Melayu kate orang Takkan Melayu hilang di bumi. maka lestarikanlah budaya melayu agar tak lekang oleh zaman