Cerbung - Cerita Bersambung - Ajari Aku Mencintai Nya

Cerbung - Cerita bersambung - Ajari Aku Mencintai Nya kali ini Blog Remaja ada kiriman dari Musyarrafah Jamil merupakan sebuah cerbung atau sering di sebut Cerita bersambung tema ini masih terkait akan Cerpen Cinta tentunya menarik sekali dalam bentuk cerita bersambung ini penasaran gak dengan cerbung yang baru di kirim ini? silakan di baca aja dech ntar langsung di komeng ya

Namanya Furqan. Dia adalah satu-satunya murid laki-laki di sekolah ini yang tidak terpesona padaku. Oke, karena tidak ada yang tidak terpesona padaku, maka kukatakan dia adalah satu-satunya murid laki-laki di sekolah ini yang BELUM terpesona padaku.

Sebelumnya perkenalkan orang-orang memanggilku Honey. Itulah sebutanku di sekolah ini. Mungkin karena kecantikanku dan kemanisan wajahku ini. Bisa dibilang aku adalah murid tercantik dan terpopuler di antara semua murid cewek di sekolah ini bahkan senior kelas XII sekalipun. Dengan kepopuleran itu selama bersekolah hampir dua tahun di SMA ini, tidak ada murid laki-laki di sekolah ini yang tidak mengakui kecantikanku. Mereka memuji kecantikanku, dan tentu saja terpesona padaku.
Setiap hari lokerku dipenuhi coklat dan surat warna pink dari mereka yang menyukai ku dan berninat menjadikanku pacarnya. Tidak hanya coklat dan surat cinta, mereka yang nekat bahkan mengadakan semacam cara gila untuk menyatakan perasaannya padaku mulai dari aksi romantis ‘berlutut di depanku di depan umum’ sampai pakai acara mau bunuh diri. Dan kebanyakan dari mereka harus patah hati.

Asal kalian tahu saja, aku juga menetapkan beberapa standar dan hanya sedikit orang yang bisa memenuhi standar itu. Pernah sekali aku berpacaran dengan Ketua Osis yang merupakan cowok terpopuler di sekolah. Pernah juga aku berpacaran dengan Ketua Tim Basket yang juga merupakan cowok terkeren di sekolah. Tidak ketinggalan cowok tercupu di sekolah ini pun tidak terlewatkan.

Aku bukan gadis pemakai jilbab walaupun memang kuakui aku Islam. Menurutku, banyak cewek yang memakai jilbab tapi tetap saja kelakuannya bahkan jauh lebih rendah dari pada yang tidak berjilbab. Aku hanya menginginkan suatu saat ketika aku berjilbab, aku bisa memakai jilbab itu dan mengaplikasikannya di dalam penampilanku dan kepribadianku. Benar-benar sesuatu yang nyaris mustahil.

Betapa pun aku ingin memulainya, entah mengapa ada saja halangannya. Seperti, ketika aku menyampaikan cita-citaku itu pada Rina, cewek yang KUKIRA sahabatku. Apa yang terjadi ketika aku cerita tentang ‘cita-cita’ku itu? Diluar dugaan dia malah menertawaiku dan malah mengatakan ‘lo kesurupan apa, Hone (baca: han)’

Walaupun aku bukan pemakai jilbab, tapi kurasa kelakuanku juga tidak seperti yang dipikirkan orang-orang. Aku gadis yang baik, aku tidak pernah mengambil pacar orang, aku juga tidak pernah di luar rumah di atas pukul 7 malam. Kalaupun aku berkencan dengan pacar-pacarku selama ini, itu semua hanya dilakukan di siang menjelang sore hari. Dan yang terpenting, aku juga tidak pernah berpacaran dengan cowok-cowok yang pergaulannya ‘rusak’.
Oke, sekian dariku. Sekarang Furqan.

Namanya saja Furqan. Nama itu entah mengapa ketika kusebut, aku selalu merasakan perasaan yang aneh. Furqan. Furqan. Furqan. Dia cowok yang kalau bisa dibilang benar-benar-benar-benar shaleh. Dia kelas XI IPS D. Kerjanya, kalau bukan di mushallah sekolah pasti ada di perpustakaan bagian sejarah Islam dan hukum-hukum Islam. Anak yang benar-benar religius. Sangat jarang atau bahkan sudah tidak ada di seantereo Bandung ini.

Pernah kudapati saat aku dalam perjalanan menuju sekolah, ia memberhentikan sepedanya dan membantu seorang nenek renta menyeberang jalan. Pernah juga dia kudapati membagikan nasi bungkus pada gelandangan yang terletak di persimpangan sana, lagi-lagi dengan sepeda tuanya.

Dia anak yang baik. Bukan sekedar baik. Tapi, ah! Susah dijelaskan. Furqan. Tidak pernah sekalipun aku melihatnya bersentuhan tangan bahkan duduk dengan cewek mana pun dalam radius 10 meter. Aku juga tidak pernah melihatnya tanpa kopiah atau pun dengan Al-quran mini di tangannya.

Dan sosok Furqan yang sangat religius itulah yang membuatku sangat terpesona sekaligus sangat penasaran padanya.

Tanpa kusadari setiap aku lewat di depan kelasnya, kepalaku selalu menengok ke dalam kelasnya mencari sosok Furqan dengan alasan ingin melihat-lihat stok cowok XI IPS D. Tanpa kusadari juga, aku malah lebih betah di mushollah setiap pulang sekolah memerhatikan sosok Furqan yang sedang membaca Al-Qurannya.

Semakin lama kuperhatikan, semakin aku terjebak oleh pesona religius Furqan. Mungkin dia adalah orang yang bisa merubahku menjadi diriku yang kuinginkan. Aku ingin menjadi wanita mushlimah seutuhnya.

“Furqan ada?” aku menengok ke dalam kelas XI IPS D saat jam istirahat. Sudah kupastikan, Furqan pasti sedang membaca Al-qurannya di pojok ruangan dekat jendela. Seketika seisi kelas memandangiku dan Furqan secara bergantian.

The School’s Princess one bertemu dengan The School’s Religious one. Semua merasa aneh dengan itu. Dan sebenarnya kalau boleh jujur, aku juga merasa aneh.
Aku duduk kira-kira 7 meter di depan Furqan. Kami berdua hanya duduk tanpa tahu harus memulai dari mana percakapan ini.

“maaf mengganggumu dan menyita waktumu” aku bicara tanpa melihatnya dan malah memerhatikan bunga-bunga yang ada di sekelilingku.

“kalau kau bicara seperti itu, berarti ada sesuatu yang penting” jawabnya dengan nada datar. Entah mengapa saat ini aku baru menyadari kekerenan, pesona, dan ketampanan Furqan.

“hmm…” aku berdehem “aku ingin menjadi wanita mushlimah seutuhnya. Bisa kau membantuku?”
Furqan menampakkan ekspresi heran sesaat dan akhirnya dia tersenyum. Sudah kubilang dia itu tampan. “dengan senang hati akan aku bantu”

**Bersambung

Cerbung - Cerita bersambung - Ajari Aku Mencintai Nya bagaimana menurut kalaian tunggu episode selanjut nya ya hehehehe