Cerpen Persahabatan dan Cinta : Bukan Hari Ini

Cerpen Persahabatan dan Cinta : Bukan Hari Ini merupakan Cerpen terbaru danri aneka remaja masih berbau Cerpen Cinta pokoknya keren dech cerpen yang satu ini kiriman dari Marisa Eka Pratiwi ayo siapa lagi yang mau nulis cerpen tinggal kirim aja di aneka remaja di email adminnya tinggal kirim pasti diterbitkan dan di harap kan sabar yang karya karya kalian yang belom di terbitkan karena banyak sekali cerpen maupun puisi yang belum di apdet hehehe yuk baca

Cerpen Persahabatan dan Cinta : Bukan Hari Ini
“kamu pergi selangkah lagi,kamu ga akan pernah liat aku untuk selamanya!” gertak Ufi
Agung mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Ufi. Untuk kesekian kalinya Agung harus mengalah,padahal sudah tidak ada rasa sayang di dalam dirinya untuk Ufi. Setiap Agung ingin mengakhiri hubungannya dengan Ufi,Ufi selalu mengancam bunuh diri,berhenti sekolah,dan hal-hal konyol lainnya.
“aku harus gimana wi?” Agung bercerita lemas kepada sahabatnya,Tiwi
“kamu cowo gung,kamu harus tegas dalam bersikap”
“aku ga tega liat dia nangis,walaupun aku emang udah ga sayang sama dia. Dia posesiv dan selalu menganggap aku seperti bonekanya”

“aku ngerti gung,tapi coba deh kamu pikirin lagi. Hubungan kamu sama dia tuh bukan hubungan yang sehari dua hari,kalian udah pacaran hampir tiga taun.”
“ya tiga taun,dan selama itu pula aku ngebohomgim perasaan aku sendiri” perkataan Agung cukup membingungkan Tiwi.
“maksud kamu gung? Tanya Tiwi bingung.
“ah engga wi gapapa,aku balik dulu yaaa..see you” Agung bergegas meninggalkan Tiwi.

Di sekolah,Tiwi celingukan mencari Agung. “agung kemana di,kamu liat ga?” tanya Tiwi kepada Dio.
“gatau,tumben kamu gatau Agung dimana,kamu kan sahabatnya”
“justru itu di,dari semalem aku lost contact sama Agung”
“gitu tuh kalo orang lagi galau”
“iya di,kasian Agung galau gara-gara Ufi”
“gara-gara Ufi? Di galau gara-gara kamu Tiwi!”
“gara-gara aku? Maksud kamu?”
Teeeeettt...teeeeettt...belum sempat Dio menjawab,bel masuk kelas berbunyi. Ga ada konsentrasi Tiwi untuk hari ini,pikirannya terpusat kepada ucapan Dio tadi. Berkali-kali dia ditegur guru karena melamun.
Sepulang sekolah Tiwi bergegas mengahmpiri Dio untuk meminta penjelasan atas ucapannya tadi.
“emang Agung ga bilang sama kamu wi?”
“dia cuma cerita soal hubungannya sama Ufi aja di”

“kamu masih suka sama Agung wi?”
“hah...em..aku...aku..gamungkin lah aku suka sama sahabat aku sendiri di” jawab Tiwi gagap.
“udalah wi,aku tau semuanya,aku tau dari awal masuk sekolah dulu kamu udah suka kan sama Agung...begitu juga dengan Agung.”
“APA?”


Akhirnya panjang lebar Dio menceritakan semuanya,bahwa sebenarnya diam-diam Agung menyimpan perasaan pada Tiwi. Agung terpaksa menutupi perasaannya rapat-rapat karena tak ingin memperkeruh suasana. Dari kecil Agung sudah dijodohkan orang tuanya dengan Ufi. Ufi adalah anak dari sahabat ayah Agung yang telah meninggal dunia. Ayah Agung berjanji akan membahagiakan Ufi dengan menjodohkannya dengan Agung. Agung tak kuasa menolaknya karena dia merasa dengan menuruti perintah ayahnya dia bisa menjadi anak yang berbakti. Walau hatinya hanya tertuju pada satu nama...Tiwi Chlareina


Dikamar Tiwi menangis sesegukan. Dia mengira hanya dirinyalah yang menyimpan rasa untuk Agung,tapi ternyata Agung pun sama. Kini perasaannya menjadi tak karuan. Perasaan yang begitu dalam tak mungkin dia lenyapkan bagitu saja. Karena semakin hari perasaanya justru semakin dalam kepada Agung. Dibalik benteng persahabatan,tersimpan perasaan yang manis dari keduanya. Yang tak bisa mereka persatukan.


“wi...” seseorang yang memanggil Tiwi membangunkan Tiwi dari tangisannya..
“Agung? Ngapain kamu kesini?” tak disangkan Agung menghampiri Tiwi dikamarnya.
“Dio udah nyeritain semuanya?”
“udah” jawab Tiwi singkat. Dengan sekejap Agung memeluk erat tubuh Tiwi. Dan saat itupula air mata Tiwi membasahi baju Agung.
“aku sayang kamu Tiwi!”
“lepasin aku gung,lepasin!”


“engga wi,ijinkan aku memeluk kamu,ijinkan aku memeluk orang yang aku sayang”
“agung lepasin!” Tiwi mendorong tubuh agung menjauhi dirinya.
“kamu punya Ufi gung,lupain aku..” Tiwi berkata disela tangisannya.
“aku ga akan pernah lupain kamu dan perasaan ini,jangan pernah paksa aku buat ngelakuin itu. Aku pengen kamu jujur. Bilang sama aku kalo kamu sayang sama aku”
“buat apa? Buat apa aku bilang kaya gitu,ga akan bikin keadaan berubah kan?”
“tapi wi..”
“sekarang kamu pergi dari sini! PERGI!!!”
Maafin aku gung,aku gamau perasaan ini semakin dalam,aku gamau berharap lebih. Aku sayang kamu gung..

Kini Agung meninggalkan Tiwi,tapi tidak dengan hati dan perasaannya...
Wi....percayalah kita akan bersama,walau bukan hari ini..

By: Marisa Eka Pratiwi

Cerpen Persahabatan dan Cinta : Bukan Hari Ini bagai mana menurut kalian bagus gak, sekali lagi yuk mari kirim kan karya karya kalian disini hehehe buruannnnn