Berpacaran Menurut Islam

Berpacaran Menurut Islam, Simak dialog berikut tentang  Berpacaran Menurut Islam

Tanya : Assalamualaikum Warahmatullahi wr.wb Ustadz, Tanya : saya menjalin hubungan khusus atau pacaran dengan seseorang ustadz, terutama orang yang bisa membimbing saya, menjadi imam untuk saya, tapi yang saya herankan dia terlalu egosis dan mengekang saya, sementara peraturan yang dibuat malah dilanggarnya sendiri dan cara berpacaran menirit dia berbeda dengan saya, saya tidak ingin ada zina diantara kami, bagi bagi dia itu wajar, karena kita berpacaran, akhirnya sampai saat ini saya brige dengan dia, bagaimana itu ya ustadz? wassalam.

Jawab : Dalam Islam, pergaulan antara laki-laki dengan perempuan telah diatur sebaik-baiknya demi menjaga keselamatan dan kemulian manusia itu. Berpacaran dalam Islam disebut taqrabuzzina (mendekati zina), berduaan dengan lawan jenis tanpa ikatan perkawinan, ini jelas dilarang, sebab dari pacaran itulah terjadinya rangsanagan nafsu birahi yang menuntut diakhiri dengan persetubuhan, karena itulah ketika seorang lelaki bertemu dengan wanita, hendaklah menundukakn pandangannya (qs.24:30-31) untuk menghindari maksiat. Jadi apa yang anda dan pacar anda lakukan itu jelas perbuatan terlarang (haram), apalagi kalau sudah perbuatan maksiat itu dilakukan oleh seorang ustadz, tentu sangat tidak layak yang bisa mencoreng nama Islam, hentikanlah agar selamat dari azab.
QS. al-Isra' (17) : 32 Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.